Meski Nol Stunting, BKKBN Jabar dan Mitra Sosialisasi Stunting di Desa Sukajaya, Cibitung Kabupaten Bekasi

- Penulis Berita

Minggu, 2 Oktober 2022 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranjabodetabek.com-Deputi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Dr Eni Gustina. Mengingatkan bahwa tahun 2024 Indonesia mengalami bonus Demografi sehingga perlu dilakukan pendataan ulang terkait stunting.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi Narasumber di Kegiatan sosialisasi Program Bersama Mitra di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Komisi IX,Dr Dedi Supratman yang mewakili Drg.Putih Sari MM. Kepala Perwakilan (Kaper ) BKKBN Perwakilan Jabar. Dr Eni Gustina MPH. Deputi BKKBN pusat Bidang KBKR. Sekdin DPPKB pemkab Bekasi Haji Jaini serta masyarakat Desa Sukajaya.

Drg. Putih Sari Anggota DPR RI memberikan sambutan yang dibacakan oleh Dr. Dedi Supratman bahwa Program KB itu bukan semata soal Alat Konterasepsi belaka,melainkan soal kesehatan dan kesejahteraan Keluarga.

Oleh karena itu, dia mengharapkan kepada masyarakat untuk mempunyai program perencanaan keluarga, Merencanakan kelahiran dan merencanakan kesejahteraan keluarga. Sehingga rumah tangga nya menjadi keluarga yang berkualitas.

“Berencana itu keren,berencana menjaga jarak kelahiran itu mulia. Sehingga kesehatan dan kesejahteraan anak dan pertumbuhan anak dapat terjamin” jelas Dr.Dedi.

Dr, Dedi menambahkan setiap anak yang mendapat asupan makanan yang gizi nya cukup,akan  terhindar dari stunting.

Sementara itu. Deputi BKKBN Pusat Bidang KBKR. Dr Eni Gustina MPH Memaparkan bahwa di Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, sudah tidak ditemukan anak Stunting.

Tetapi jangan betepuk dada dulu.Jangan senang dulu. Karena,nanti di tahun 2024 akan datang,akan didata ulang.Oleh karena nya diharapkan masyarakat dapat menjaga bayinya agar tidak stunting, dengan cara sering mendatangi Pos Yandu membawa anak bayinya agar dapat dikontrol berat maupun tinggi bayi dapat diketahui.

Bila dalam waktu selama 2 bulan berturut turut berat bayi tidak bertambah segera lapor ke Bidan atau Puskesmas. Agar dapat diketahui penyebabnya. Dan terhindar dari stunting. Karena bila bayi kurang menerima asumsi yang baik. Akan mengganggu pertumbuhan tubuhnya. Berat maupun tinggi badan nya akan lamban pertumbuhan nya

” Stunting itu sebenarnya bukan penyakit. Tapi gagal tumbuh atau gizi buruk. Sehingga berat dan panjang bayi tidak maksimal ” Jelas Dr Eni.

Lain halnya dikatakan Kaper BKKBN Jabar DR Drs Wahidin. Dalam sambutan nya menyinggung soal cepat nya pertumbuhan jumlah penduduk. Dalam hitungan 40 tahun jumlah penduduk Indonesia menjadi dua kali lipat lebih.

Pada tahun 1980 didata berjumlah 135 juta jumlah penduduk. Di tahun 2020 didapat angka 270 .1 juta . Sehingga Indonesia masuk pada level 4 memiliki jumlah penduduk besar, dibawah Amerika. Cina dan India. Sementara menurut Wahidin untuk level penduduk terpadat di Indonesia adalah Jawa Barat. Yg berjumlah penduduknya mencapai 50 juta lebih

” Kira kira sudah sejahterakan kehidupan masyarakat dan bekualitas,Jawaban nya,Belum” Kata Wahidin

Menurut data dari 100 anak bayi,25 anak bayi diantaranya staunting (gagal tumbuh).Karena asupan makanan yang diberi kepada bayi tidak bergizi. Sehingga bayi pertumbuhan tubuh nya lamban.

“Saya berharap kepada orang tua muda, agar lebih memperhatikan asumsi makanan untuk si bayi lebih bergizi. Sehingg kata stunting tidak terjadi bagi bayi di Kabupaten Bekasi” ujar Wahidin.

 

Berita Terkait

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School
Transformasi Budaya Kerja, Ar-Rahman Islamic School Hadirkan Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor pada Workshop Budaya Kerja AIS SALAM Culture Day 2026
Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)
SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026
PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
PRIMAGEN: Solusi Komprehensif untuk Pengembangan Mahasiswa Berkelanjutan!
Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:41 WIB

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Kamis, 10 September 2026 - 09:23 WIB

Transformasi Budaya Kerja, Ar-Rahman Islamic School Hadirkan Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor pada Workshop Budaya Kerja AIS SALAM Culture Day 2026

Selasa, 8 September 2026 - 20:22 WIB

Ar-Rahman Islamic School Gelar Kegiatan Workshop Budaya Kerja 2026 Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT)

Senin, 7 September 2026 - 18:24 WIB

SMK BUDHI WARMAN II Gelar LDKMB bersama Dirgantara Outbond Training Depok Tahun 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:56 WIB

PMI Jakarta Utara Bagikan Masker kepada Pengendara, Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pimpin Sekolah Berkualitas: Mulai dari Memahami Potensi Genetik Setiap Siswa Bersama PRIMAGEN

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesona Square Mall Depok Tahun 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF Se-Kota Depok di PKBM Primago Indonesia

Berita Terbaru

berita

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:41 WIB