Siaranjabodetabek.com – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bergerak cepat untuk menangani kasus tawuran antarmurid sekolah dasar (SD).
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok (Disdik) dan segera turun ke lapangan untuk melakukan pendekatan langsung kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua.
“Kami sudah melakukan pertemuan. Tadi pagi DP3AP2KB mendatangi sekolah, menemui orang tua, guru, dan siswa yang terlibat. Ini bentuk keseriusan kami untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tutur Nessi di Depok, Kamis (15/05/2025).
Nessi menegaskan, bahwa akar masalah dari tawuran tersebut berasal dari ejek-ejekan antar siswa yang kemudian memicu bentrokan. Meski yang benar-benar terlibat jumlahnya tidak banyak, rekaman video yang beredar menampilkan sejumlah siswa dalam seragam pramuka dan pakaian bebas yang terlihat saling serang menggunakan mistar logam.
“Satgas Pencegahan dan Penanganan Tawuran Pelajar terdiri dari berbagai elemen dinas dan pemangku kepentingan, termasuk tenaga psikolog dan pendidik. Satgas ini bertugas memberikan edukasi, pembinaan psikologis, serta penguatan mental bagi siswa. Tidak hanya yang terlibat, tapi juga siswa secara umum, agar pencegahan bisa dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
DP3AP2KB juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membina anak-anak mereka di luar jam sekolah. Menurut Nessi, kontrol dan kedekatan emosional dari keluarga menjadi garda terdepan dalam mencegah perilaku menyimpang.
“Kejadian ini menjadi peringatan serius. Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini,” tandasnya.









