Sabar Dan Syukur Dalam Menjalani Kehidupan

- Penulis Berita

Rabu, 9 Maret 2022 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranjabodetabek.com – Oleh: Syamsul Yakin
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok Disampaikan dalam Pembinaan Karakter ASN Kota Depok Rabu 9 Maret 2022

Psikologi syukur dan sabar, kurang lebih, seperti yang digambarkan al-Qur’an, “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. al-Hadid/57: 23). Jadi, syukur tidak boleh diekspresikan dengan sombong.

Dari ayat di atas dapat dipahami, pertama, orang yang bersabar itu secara psikologis tidak mudah berduka cita atas apa yang tidak berhasil diraihnya. Ia justru mengarahkan dirinya untuk bersabar. Kedua, orang yang bersyukur itu adalah orang yang tidak terlalu gembira dengan nikmat yang Allah anugerahkan. Ia mengarahkan hatinya agar bersyukur. Inilah kiranya yang disebut dengan makna syukur dan sabar secara terminologis.

Orang yang bersyukur paham betul bahwa nikmat yang diberi sejatinya adalah anugerah Allah, bukan miliknya. Sebagai bukti syukur dia menyebut-nyebut pemberian tersebut dengan ungkapan syukur kepada Allah. Selain itu, karena orang yang bersyukur memahami nikmat didapat karena ridha-Nya, maka ia membagi-bagi nikmat tersebut, agar kembali meraih ridha-Nya. Dalam literatur, inilah yang disebut dengan rukun syukur.

https://siaranjabodetabek.com/baca/20220309/usai-jumling-camat-tapos-resmikan-musalla-al-fahri.html

Sementara, bagi Syaikh Nawawi dalam Nashaihul Ibad, seseorang baru dikatakan bersabar apabila memenuhi tiga rukun. Pertama, menahan diri dari membenci ketentuan Allah. Kedua, menahan lidah dari pembicaraan yang jelek. Ketiga, menahan tangan dari menampar dan merobek kantung baju, tidak berteriak-teriak, tidak menghitamkan muka, dan tidak meletakkan benda semisal tanah di atas seperti kepala.

Terkait relasi syukur dan sabar yang diharapkan keduanya jadi pedoman dalam kehidupan seseorang, Nabi menyatakan, “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya,” (HR. Muslim).

Berdasar hadits ini dapat dipahami sejumlah relasi syukur dan sabar. Pertama, relasi kedunya menghasilkan pujian dari Nabi. Orang yang bersukur dan bersabar digelari sebagai mukmin sejati. Indikatornya, meminjam bahasa Nabi, ”Setiap perkaranya itu baik”, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Maka wajar saja kalau Nabi memuji orang yang mengaitkan syukur dan sabar dengan ungkapan “Sungguh menakjubkan”.

Kedua, bagi mukmin sejati kesenangan tidak membuatnya memamerkannya di muka publik. Kesenangan bagi mukmin sejati diekspesikan dengan bersyukur. Sementara, kesusahan tidak membuatnya mengeluh, malah membuatnya bersabar. Relasi syukur dan sabar menghasilkan pribadi yang tidak cepat gembira dan mudah bersedih. Kesedihannya justru manakala dia tidak bersyukur dan bersabar. Pun, sebaliknya.

Ada yang menarik, ternyata sabar dan syukur digandengkan dalam satu ayat. Misalnya, “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur” (QS. Lukman/31: 31).

Ayat ini menggambarkan relasi sangat sabar dan banyak bersyukur menghasilkan pribadi yang akan diperlihatkan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Namun dalam ayat ini yang dimaksud dengan sabar, setidaknya menurut pengarang Tafsir Jalalain, adalah menahan diri dari berbuat dosa. Namun jadi menarik, karena ternyata secara terminologis, sabar bukan hanya berarti seperti yang disebutkan di atas, tapi menahan diri dari yang dilarang Allah.*

Berita Terkait

Hot News!! Hari Ini Wali Kota Depok Akan Lakukan Mutasi dan Pelantikan 3 Kepala Dinas
Tak Ada Lagi Alasan Tak Bisa Mengaji, Yayasan IGMN Hadirkan Belajar Al-Qur’an Gratis di 10 Wilayah Depok
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siapkan Revitalisasi Situ Kabantenan Agar Kendalikan Limpasan Air ke Permukiman
Taman Secawan Depok Jadi Salah Satu Sasaran Aksi Vandalisme
Supian Suri Soroti Pentingnya Jaga Kedaulatan Digital di Harkitnas 2026
GASS D1 Gelar Family Gathering Tuk Perkuat Solidaritas dan Ukhuwah Islamiyyah
Kajian Sabtu Pagi (KSP) Pesantren Leadership Primago Tentang Kekuatan Niat: Mengubah Rutinitas Pondok Menjadi Ibadah Menuju Pribadi Yang Produktif Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:47 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:53 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:26 WIB

Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:07 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:49 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:40 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:16 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:37 WIB

Program Kelas Persiapan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Berita Terbaru

berita

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:49 WIB