siaranjabodetabek.com – Jakarta, 08/08/2022, Tim redaksi siaranjabodetabek.com sekaligus Ketua Komunitas Indie Bersatu (K.I.B) mencoba silaturahim ke salah satu anggota K.I.B, yaitu Bang Ale Drummer yang memiliki kekurangan bagian tubuhnya (cacat) namun pantang menyerah dalam bermusik dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Bang Ale sapaan akrabnya menyampaikan, dirinya mulai mengenal musik sejak Sekolah Dasar (SD).
“Waktu itu ane sekolah di SDN 04 Kuningan Jakarta Selatan, umur masih 10 tahunan udah dicekokin orangtua lagu The Mupets Indonesia, Rolling Stones, Godbless dan Koesplus. Bisa maen drum dahulu pas SMP otodidak yah gara-gara diejek ngga bisa maen apa apa dalam bermusik, lalu ane beranikan diri tuk mencoba eksplor pukul drum seadanya. Ketika SMA dah mulai mencoba lepas kendali awal latihan dulu lagunya koesplus,” tuturnya saat ditemui oleh Rizky, Ketua KIB.
Bang Ale melanjutkan, dirinya setelah lulus sekolah sempat menjadi karyawan di beberapa tempat.

“Ane sempat kerja di bangunan selama 3 bulan, terus menjadi karyawan buruh di pabrik PT Astra Honda Motor Cikarang selama 1 tahun. Kemudian pindah lagi ke salah satu restoran selama 3 tahun sebagai Barback,” ujar Bang Ale.
“Setelah itu, pindah ke Hotel JW Marriott Kuningan sebagai RoomBoy selama 2 tahunan, lalu ke PT ISS jadi cleaning servis dan naik menjadi OB di Sctv Kuningan, Jaksel. Terakhir ane pindah ke Tangerang PT Bakrie Building Industries sebagai operator mesin selama 3 tahun dan pada akhirnya bangkrut pabrik,” lanjutnya.
Bang Ale kemudian menjelaskan, sebab dirinya kecelakaan sehingga bisa cacat fisik ketika bekerja menjadi Main Operator di PT Bakrie Building Industries perusahaan milik Aburizal Bakrie.
“Perusahaan milik Aburizal Bakrie saat itu produksi asbes dan bahan bangunan. Kronologi singkatnya ane pas ngangkat cetakan asbes dari baja seberat 100 kg menggunakan alat berat slinknya itu berputar, menabrak rak lain yang ada cetakan asbes, sehingga merosot mengenai kaki ane, tepatnya kena jari kaki sebelah kanan,” jelas Bang Ale.
“Akhirnya keputusan dokter jari kaki ane harus diamputasi, dari jari jempol sampe tengah sisa cuma 2 jari aja. Kalo dokter bilang rasa nyeri yang diakibatkan ketiban cetakan asbes dari baja itu mungkin ga bakal hilang sampai kapanpun bang,” cerita Bang Ale sambil menahan sedih.

Dirinya mengungkapkan, saat ini aktivitas harian hanya berdagang.
“Ane sekarang ya kayak gini sehari-hari dagang cilok di depan pom bensin Kedaung Ciputat, sambil bantuin orangtua juga. Biasanya mulai dagang dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam,” ungkapnya.
Terakhir, Bang Ale berharap dengan bergabungnya di Komunitas Indie Bersatu (K.I.B) dapat mensupport dirinya untuk berkembang lebih baik lagi.
“Ane sih berharap di KIB saling support dan jangan saling menjatuhkan, kita semua sama baik itu yang kondisi fisiknya lengkap maupun kekurangan (cacat fisik) seperti saya,” tutupnya.









