Tradisi Lebaran Orang Depok Zaman Dulu, KOOD Nyaba “Nyorog ke Baba Walikota

Daerah, Humaniora49 Dilihat

siaranjabodetabek.com, Depok – Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) bersama Pemerintah Kota Depok menggelar perhelatan akbar tradisi budaya Lebaran Depok, hari ini nyambangi Balaikota Depok Nyorog ke Baba Walikota Depok, Mohammad Idris. Mereka membawa rantangan yang berisi makanan khas Depok sebagai bentuk penghormatan kepada Pimpinan Kota Depok.

Tampak dihadir Walikota Depok Mohammad Idris, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj, Kepala Kejaksaan Negeri, Sri Kuncoro, Ketua DPRD Kota Depok Yusuf Syaputra Putra, Pj Sekretaris Daerah Kota Depok Sri Utomo, Kepala Perangkat Daerah, Tokoh Masyarakat Kota Depok dan para perwakilan Kood disetiap wilayah.

Perhelatan Lebaran Depok itu tidak di lakukan secara terbuka untuk seluruh warga Kota Depok, sebab kondisi saat ini masih belum kondusifnya Covid-19, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Setiap menjelang atau akhir bulan Syawal Lebaran Depok Kita gelar, kali ini saya nyaba, “Nyorog ke Baba Wali dan Cang Wakil Walikota Depok” langsung dari rumah budaya ke sini,” kata Ketua Umum KOOD H. Dahlan, Kamis (10/06/2021) di Balaikota Depok.

Rantangan yang dibawa merupakan makanan khas Depok, ucap H. Dahlan, ada semur dan opor ayam kampung, sayur cabai, wajik, geplak, serta dodol khas Depok.

“Saya serahkan ke Baba Walikota Depok yang selanjutnya disantap bersama-sama di balaikota, ini gelaran Lebaran Depok Tahun 2021,” ujarnya.

Di acara Lebaran Depok, KOOD di rumah budaya menggelar berbagai atraksi seni” budaya hingga mencicipi kuliner khas Kota Depok yang dikemas dalam bentuk tradisi ‘rantangan’.

“Lebaran Depok adalah bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kota Depok. Lebaran Depok merupakan produk kebudayaan yang harus dan terus dilestarikan, jangan sampai punah,” papar Dahlan.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengucapkan terima kasih kepada KOOD yang sudah menggelar acara Lebaran Depok 2021, esensi lebaran Depok sebagai ajang silaturahim masyarakat dengan para pemuka dan tokoh masyarakat. Ini ada level tingkatannya budaya lebaran Depok.

“Nyorok kata orang dulu nyamperin Tokoh kota atau provinsi atau Bapaknya, ada lagi tokoh tingkat Kecamatan, namanya antaran. Intinya bawaannya sama. Kalau sesama warga namanya antar-antaran, silaturahim dengan para orang tua dengan membawa makanan,” ujar Idris.

Melalui kegiatan ini, ucapnya, dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan kebudayaan tradisi Kota Depok zaman dulu.

“Alhamdulillah melalui Lebaran Depok ini budaya dan tradisi dapat terus dikenal dan diingat oleh masyarakat,” tuturnya.

Idris, akan terus mendukung program dan kegiatan yang diusung oleh KOOD dalam meningkatkan nilai seni dan budaya di Kota Depok. Tentu juga ikut mendorong legalitas formal dan badan hukumnya agar ke depan dapat terus bermitra dengan pemerintah dalam pembangunan di Kota Depok.

“Semoga ke depannya banyak program dan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan aspek kebudayaan, sehingga kontribusi yang dilakukan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah,” imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris Umum KOOD Nina Suzana menambahkan, alasan diadakannya Lebaran Depok adalah untuk mengenalkan budaya atau tradisi orang Depok pada zaman dulu kepada generasi muda atau anak-anak sekarang.

Lebaran Depok kita juga menampilkan Seni budaya, seperti tari betawi, pencak silat, dari berbagai Perguruan di Depok.

“Ada Gambang Kromong dan Lenong bocah dari budaya Depok dirumah budaya,” pungkasnya. (adi).

News Feed