Siaranjabodetabek.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah di Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Rabu (26/02/2025).
Sidak tersebut, dipimpin Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Derah (Pj Sekda) Kota Depok Nina Suzana dan Kepala Perangkat Daerah.
Mereka mengecek beberapa komoditas inti pada bahan pokok, yaitu beras, telur, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit merah. Dari hasil sidak, ketersediaan stok komoditas aman, namun harganya mengalami kenaikan meski tidak signifikan.
“Memang naik di bawang merah, juga cabai merah dan cabai keriting, tapi menurut pedagang dibanding dengan tahun lalu kenaikannya tidak signifikan, jadi kenaikannya rendah sekitar Rp1.000,” tutur Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
Dirinya mengungkapkan, naiknya harga komoditas pangan memang biasa terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Ramadan. Namun kenaikan tersebut, tidak berlangsung lama.
Selain cabai dan bawang, Chandra Rahmansyah juga menemukan adanya kenaikan harga pada telur ayam. Dibanding menjelang Ramadan 2024, tahun ini harganya cukup tinggi mencapai Rp 30 ribu per kilogram di Pasar Cisalak.
“Jadi sebenarnya ini relatif stabil kalau kami dilihat ya, tinggal di telur saja mengalami kenaikan paling tinggi, bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Chandra Rahmansyah menambahkan, agar harga telur tidak terus merangkak naik, Pemkot Depok akan menggelar rapat bersama pemangku kepentingan untuk mencari solusinya.
“Nanti kami akan diskusi sama perangkat-perangkat daerah, bagaimana ini harga telur, yang pasti secara umum ketersediaan pasokan terjamin aman jelang Ramadan,” tutupnya.









