Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal balistik hipersonik Kheybar Shekan yang menyasar langsung kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (2/3/2026). Serangan yang disebut sebagai “Operasi Kejutan” gelombang ke-10 ini merupakan aksi balasan Teheran atas operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, Sabtu lalu.
Pihak IRGC dalam pernyataan resminya mengklaim bahwa rudal-rudal tersebut berhasil menghantam pusat komando strategis di Tel Aviv, termasuk lokasi komandan Angkatan Udara Israel. Hingga berita ini diturunkan, status keamanan Benjamin Netanyahu masih simpang siur dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Israel (IDF) terkait klaim kehancuran kantor perdana menteri tersebut.
Di tengah hujan rudal, kekhawatiran global kini beralih ke fasilitas nuklir Iran yang dilaporkan ikut menjadi sasaran serangan udara sebelumnya. Reza Najafi, Duta Besar Iran untuk IAEA, menyatakan dengan tegas, “Rezim Zionis dan sekutunya telah melakukan blunder sejarah dengan menyentuh fasilitas Natanz. Jangan harap ada tempat yang aman bagi para agresor, karena setiap serangan akan dibalas dengan kekuatan yang berkali-kali lipat lebih dahsyat.”
Pernyataan senada juga datang dari Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, yang memperingatkan dampak kemanusiaan jika situs nuklir terus dihantam. “Situasi di fasilitas nuklir Iran saat ini berada pada level yang sangat berbahaya. Jika terjadi kebocoran radiologis, kita sedang melihat potensi bencana lingkungan yang memaksa evakuasi massal penduduk dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan ini,” ungkap Grossi melalui keterangan persnya.
Konflik kian meluas ke perbatasan Lebanon setelah milisi Hizbullah meluncurkan ribuan roket sebagai bentuk solidaritas atas kematian Khamenei, yang dibalas Israel dengan serangan udara mematikan di Beirut. Dengan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk yang kini berada dalam jangkauan drone Iran, dunia internasional saat ini menanti apakah ketegangan ini akan berujung pada perang terbuka total yang melibatkan kekuatan global.









