SiaranJabodetabek – Instruktur keselamatan berkendara dari Indonesia meraih peringkat kedua pada ajang Asia-Oceania Safety Innovative Concept yang digelar baru-baru ini. Pencapaian ini menandai pengakuan internasional atas pendekatan edukasi keselamatan berkendara yang dikembangkan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak usia dini.
Dalam kompetisi tersebut, Indonesia diwakili lima instruktur keselamatan berkendara, terdiri dari M. Zakky Zulfiar, Dwi Oktawijaya, dan Deni Surahman dari PT Astra Honda Motor, serta Hari Setiawan dari PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yosepth K.L. Dwiyanto dari Astra Motor Bali. Para peserta diminta mempresentasikan konsep inovatif edukasi keselamatan berkendara bagi anak-anak melalui presentasi dan role play secara daring di hadapan dewan juri.
Tim Indonesia menampilkan pendekatan pembelajaran interaktif untuk anak usia golden age (2–6 tahun) dengan memanfaatkan miniatur lalu lintas. Media tersebut dirancang untuk membantu anak mengenali situasi berkendara secara visual dan kontekstual, disertai metode komunikasi dua arah yang mendorong partisipasi aktif.
Selain itu, diperkenalkan pula metode pengenalan keselamatan berboncengan dan kesadaran terhadap area blind spot kendaraan. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada rambu lalu lintas dan perilaku aman di jalan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter berlalu lintas.
“Penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan metode edukasi yang relevan dan mudah dipahami anak-anak,” ujar Zakky dalam keterangannya kepada Jaringan Promedia, Senin, 9 Februari 2026.
Ajang Asia-Oceania Safety Innovative Concept diikuti peserta dari tujuh negara lain, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, India, dan Taiwan. Penilaian dilakukan oleh perwakilan juri dari Honda Motor Co., Ltd., Asian Honda Co., Ltd., serta Suzuka Traffic Education Center. Konsep dari Indonesia dinilai sebagai salah satu yang paling aplikatif dan kontekstual untuk edukasi anak usia dini.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai inovasi metode pembelajaran menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas edukasi keselamatan berkendara. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan dinilai membantu anak memahami pentingnya keselamatan sejak usia awal.
Upaya pengembangan edukasi keselamatan berkendara di Indonesia saat ini didukung oleh lebih dari 120 instruktur keselamatan berkendara serta sejumlah fasilitas pelatihan di berbagai daerah. Selain pusat pelatihan khusus, program edukasi juga diperluas ke sekolah-sekolah binaan yang dilengkapi laboratorium keselamatan berkendara sebagai sarana pembelajaran praktik.
Dengan pengakuan di tingkat internasional ini, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk terus mengembangkan pendidikan keselamatan berkendara berbasis usia dan karakter, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas.








