Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Minggu (1/3/2026) dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pentagon mengonfirmasi bahwa pertempuran sengit ini mulai memakan korban jiwa dari pihak militer AS, dengan tiga tentara dinyatakan gugur dan lima lainnya luka parah, sementara puluhan personel mengalami gegar otak akibat serangan balasan drone dan rudal Iran di kawasan Teluk.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk melakukan perubahan kepemimpinan total di Iran dan memprediksi perang akan tuntas dalam waktu maksimal empat minggu. Di sisi lain, otoritas Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat pemboman udara di berbagai titik strategis.
”Sekali lagi saya mendesak Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk segera meletakkan senjata. Ini akan menjadi kematian yang pasti bagi kalian jika melawan. Ini tidak akan menyenangkan,” tegas Presiden Donald Trump dalam pernyataan resminya terkait kelanjutan operasi tempur tersebut.









